Stabilizer: Perangkat Keras Untuk Penstabil Listrik

by

 

Pernahkah kalian melihat atau mendengar alat Stabilizer, mungkin sebagian ada yang pernah mendengar nama alat ini ataupun memilikinya dan mungkin ada juga yang sama sekali tidak mengetahui alat ini apa? Baik bentuk maupun kegunaannya. Dan untuk kalian yang belum mengetahui mengenai alat Stabilizer yuk kita simak ulasan berikut ini.

Pengertian Stabilizer

Stabilizer adalah sebuah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menjaga tegangan arus listrik agar tetap stabil (normal). Pastinya arus yang stabil akan sangat di butuhkan untuk berbagai peralatan elektronik. Seperti pendingin makanan atau kulkas, Air Conditioner (AC), komputer, dan barang elektronik lainnya. Dengan voltase yang kurang stabil dapat mengganggu kinerja dari peralatan elektronik tersebut sehingga fungsi dan kegunaan-nya berkurang dan peralatan elektronik tersebut akan rusak karena tegangan listrik yang turun naik.

Automatic Voltage Stabilizer atau yang biasa disebut AVR adalah salah satu komponen penting yang terdapat di dalam stabilizer. AVR inilah yang berfungsi menstabilkan tegangan. Sebelum kalian memutuskan untuk menggunakan stabilizer di rumah atau di kantor, maka hal pertama yang harus di lakukan adalah mengecek seberapa besar penggunaan listrik di rumah ataupun di kantor kalian.

Hal tersebutlah yang bisa menentukan seberapa besarnya kapasitas stabilizer yang akan digunakan. Maka pemakaian listrik kalian harus 80% dari kapasitas stabilizer supaya untuk menjaga kinerja dari stabilizer kalian. Dan juga untuk mengantisipasi jika ada kelebihan pemakaian.

Stabilizer biasanya digunakan untuk alat-alat elektronik rumah tangga, industri, ataupun pabrik yang membutukan arus yang stabil. Kalau arus tidak stabil, maka kinerja dari alat elektronik tersebut tidak akan berjalan secara normal. Adapun cara untuk menentukan tipe stabilizer sesuai yang kalian butuhkan adalah dengan mengecek listrik di tempat anda 1 phase atau 3 phase. Lihatlah pada bagian MCB (Magnet Circuit Breaker), jika tunggal berati listrik di tempat Anda bertegangan 1phase, sedangkan jika terdapat 3 deret dengan 1 tangkai artinya listrik di tempat Anda bertegangan 3 phase.

Pada mesin stabilizer tersebut, terdapat teknologi chip mikroprosesor dan perangkat elektronik daya yang terdapat di dalam desain mesin stabilisator. Yang memiliki tegangan AC atau AVR (tegangan regulator otomatis) yang akan menghasilkan pasokan listrik yang berkualitas tinggi dan stabil.

Semakin majunya perkembangan pada mesin stabilisator yang modern dan inovatif yang memiliki tegangan jenis relai konvensional. Stabilisator sekarang ini menggunakan jalur kontrol yang digital dengan kinerja yang tinggi dan jalur kontrol dalam keadaan padat yang dapat menghapus energi potensiometer dan memungkinkan pengguna untuk menetapkan persyaratan tegangan.

Hal ini juga menyebabkan proses respons dari stabilisator ke tingkat yang sangat kurang, yang biasanya kurang dari beberapa detik saja. Selain itu, stabilizer ini dapat di sesuaikan dengan cara pengaturan yang bisa di ubah-ubah. Saat ini, stabilisator menjadi solusi daya yang bisa menjadi lebih baik untuk banyak peralatan elektronik yang sensitif terhadap turun-naik nya tegangan. Yang biasanya alat ini banyak di gunakan di berbagai perangkat, seperti mesin-mesin pabrik, AC, TV, peralatan rumah sakit, komputer, peralatan telekomunikasi, dan sebagainya.

Jenis Jenis Stabilizer listrik

Stabilizer merupakan Perangkat output yang berfungsi untuk menyetabilkan tegangan arus listrik yang naik turun pada perangkat elektronik, Jadi tugas dari stabilizer adalah menyetabilkan perangkat elektronik. Dan untuk kalian yang mau memasang stabilizer pada perangkat elektronik anda, sebaiknya pahami dulu jenis-jenis stabilizer terlebih dahulu agar tidak salah pilih pada saat membelinya. Dan berikut saya akan mengulas beberapa jenis stabilizer listrik, berikut macam-macam stabilizer, antara lain:

1) Stabilizer Sarvo Motor

Untuk jenis yang pertama adalah stabilizer Sarvo / Motor. Jenis stabilizer ini mudah dan sering kita jumpai di pasaran. Komponen utama dari stabilizer ini adalah gulungan dynamo (motoran) yang fungsi dari gulungan tersebut sebagai fungsi utama. Apabila terjadi gangguan arus listrik dari sumber utama, maka gulungan dynamo (motoran) akan bekerja yang membuat listrik menjadi seperti semula.

Keunggulan dari stabilizer jenis motor ini adalah haranya yang relatif murah. Selain itu keunggulan dari stabilizer motor ini cukup tingi jika di bandingkan dengan tipe lainya, tidak itu saja stabilizer ini di lengkapi dengan filter. Namun stabilizer jenis ini memiliki waqktu respon yang cukup lama untuk menormalkan arus listrik sekitar 1-2 detik, dan juga membutuhkan sikat karbon untuk pengerjaanya.

Pemeliharaan dari stabilizer sarvo ini jika carbon brush nya habis. Pada umunya pergantian carbon setelah pemakaian 2-3 tahun. Jangan khawatir, carbon brush ini memiliki harga yang terjangkau dan mudah kita temukan di pasaran.

2) Stabilizer Relay

Seperti namanya, stabilizer ini menggunkan Relay sebagai komponen utama di dalamnya. Ksetabilan dari stabilizer ini bekisar 5% dan reaksi yang di capai sangat cepat dan tinggi. Namun pada stabilizer jenis relay ini tidak di lengkapi dengan filter seperti stabilizer sarvo motor.

3) Stabilizer Digital Control

Stabilizer Digital Control ini merupakan gabungan dari system kerja relay dan triac (transitor) yang bertujuan untuk menjaga tegangan listrik. Untuk system stabilizer jenis ini sendiri, lebih baik jika di bandingkan stabilizer sebelumnya yaitu relay. Karena stabilizer ini sudah di lengkapi dengan filter dan juga memiliki gabungan system kerja. Dengan di lengkapinya filter membuat stabilizer ini dapat menyaring gangguan listrik.

4) Stabilizer Ferro Resonant

Stabilizer terakhir ini adalah jenis stabilizer yang paling handal dan menggunakan teknologi yang paling tinggi di bandingkan dengan semua jenis stabilizer. Stabilizer ferro ini sudah menggunakan kapasitor dan trafo isolasi sebagai system kerjanya. Stabilizer ini sangat handal dalam mengatasi tegangan naik turun, selain itu stabilizer ini juga dapat melindungi peralatan dari listrik yang melonjak.

Waktu respon yang di butuhkan oleh stabilizer ini hanya 0,5 detik. Fantastis bukan? Namun stabilizer ferro resonant ini memiliki harga yang selangit, bisa jadi 2 kali lipat dari stabilizer sarvo motor. Meskipun harganya mahal namun kualitas yang di berikan sangatlah sesuai dengan kualitasnya.

Fungsi Stabilizer Untuk Listrik

Menurut orang-orang, stabilizer ini merupakan salah aksesoris untuk listrik yang memiliki perbedaan secara definisi yang jelas dan juga secara fungsinya. Contohnya sebuah stabilizer di gunakan untuk penstabil tegangan, sedangkan sistem kerjanya stabilizer merupakan sebuah alur yang dimana arus dan tegangannya yang tak stabil tersebut di kumpulkan kemudian keluar menuju perangkat elektronik dengan arus yang stabil dan sesuai.

Selain itu, keduanya memiliki peran yang cukup penting untuk menjaga perangkat elektronik kalian yang tidak memiliki penahan arus di dalam perangkat tersebut. Tegangan listrik yang turun naik, baik bersumber dari listrik rumahan atau listrik pabrik tentunya di perlukan sebuah penstabil agar proses konsumsi perangkat elektronik lebih maksimal dan aman.

Dari kedua definisi tersebut baik secara fungsi stabilizer dan sistem kerja stabilizer listrik tentunya tidak bisa di hilangkan karena masing-masing memiliki peran yang sangat penting. Jika terjadi kelebihan beban arus dan tak tersedia penstabil maka peralatan rumah Anda yang terhubung dengan arus listrik akan rusak dengan perlahan atau bahkan juga error. Nah, untuk menjaga hal tersebut terjadi, maka di perlukanlah sebuah alat yang mampu menstabilkan tegangan arus listrik yang masuk menuju peralatan elektronik rumah Anda, itulah sebuah perangkat yang namanya stabilizer.

Sistem Kerja Stabilizer Listrik

Pada dasarnya sistem kerja alat ini sama dengan perangkat elektronik lainnya, yaitu memerlukan kondisi arus listrik yang stabil saat bekerja. Artinya arus listrik yang di pakai oleh stabilizer harus sudah dalam kondisi stabil. Dalam fungsi dan sistem kerja stabilizer secara teori, ada dua faktor penentu nilai kapasitas dari sebuah stabilizer. Pertama, nilai kapasitas dari konsumsi daya perangkat elektronik yang terhubung dengannya. Kedua, nilai kapasitas untuk stabilizer itu sendiri.

Jika seandainya kalian ingin menggunakan stabilizer dan jenis lainnya untuk menstabilkan daya dari sebuah perangkat elektronik yang kalian miliki, maka kedua nilai tersebut harus kita ketahui terlebih dahulu dan jumlahkan. Supaya mendapatkan nilai total kapasitas minimal dari stabilizer, termasuk memilih jenis stabilizer.

Contohnya, jika kita ingin menstabilkan daya dari sebuah kulkas dengan konsumsi daya 150 Watt, maka di perlukan stabilizer dengan kapasitas minimal 150 Watt di tambah dengan kapasitas untuk stabilizer itu sendiri. Logikanya secara sederhana, sistem kerja stabilizer listrik pasti membutuhkan dasar kapasitas area sebesar 150 Watt untuk menyediakan konsumsi daya kulkas.

Dari fungsi dan sistem kerja dari stabilizer sendiri, nilai ini tidak dapat di ganggu-gugat karena memang sebesar itu kapasitas yang di butuhkan oleh kulkas. Jika area untuk kebutuhan stabilizer sendiri adalah sebesar 25% dari total kapasitas, berarti 75% area yang tidak dapat di ganggu-gugat merupakan bagian untuk kulkas.

Jadi fungsi dan sistem kerja dari stabilizer ini mampu di analogikan sendiri. Dari 100% total kapasitas yang ada, maka 75% –nya merupakan bagian untuk kulkas sebesar 150 Watt dan 25% lagi sisanya untuk stabilizer sebesar 50 Watt.

Nah, itulah penjelasan dari saya yang tidak terlalu banyak mengenai perangkat stabilizer. Jika kalian ingin memasang perangkat stabilizer ini, maka ukur dulu pemakaian listrik di rumah atau pun di mana tempat kalian mau memasang alat ini. Supaya sesuai tegangan yang di hasilkan oleh stabilizer tersebut. Semoga bermanfaat..

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *