6 Gejala Dari Infeksi Saluran Kemih yang Perlu Diketahui oleh Kaum Wanita

by

 

Dalam beberapa titik, terkadang anda tidak bisa menghindari sebuah penyakit yang cukup mengerikan yang disebut sebagai infeksi saluran kemih atau urinary tract infection (UTI). Faktanya, kaum wanita lebih mungkin memiliki penyakit tersebut sebanyak 50% dalam kehidupan mereka. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menunjukkan bahwa sebanyak 8,1 juta orang di dunia menderita infeksi tersebut setiap tahunnya.

Terlebih jika anda saat ini tengah merada dalam fase menopause, maka resiko anda mengembangkan UTI akan semakin besar. Hal ini karena perubahan pH di dalam vagina wanita yang sudah masuk ke dalam fase menopause dapat mengubah keseimbangan bakteri dan jamur dan memudahkan bakteri untuk berjalan ke uretra.

Selain itu, seorang wanita yang tengah menderita diabetes juga lebih mungkin terkena infeksi tersebut karena dampak kondisi dari sistem kekebalan tubuh mereka. Jika anda merasa khawatir mengenai infeksi tersebut, maka sudah saatnya anda untuk mengetahui gejala dari infeksi saluran kencing agar bisa mendapatkan perawatan yang lebih cepat dan mencegahnya menjadi lebih parah.

Perasaan Nyeri, Seperti Terbakar, atau Menyengat Saat Anda Buah Air Kecil

Rasa sakit atau terbakar merupakan tanda atau gejala pertama dari infeksi saluran kemih. Jika anda merasakan sensasi tersebut hanya sesekali saja, maka anda tidak perlu khawatir dan tidak perlu mengambil tindakan lebih lanjut. Lain lagi jika anda mengalami gejala tersebut secara berkelanjutan, maka anda harus mendapatkan pemeriksaan dari dokter.

Namun, hal pertama yang bisa anda lakukan adalan dengan mengkonsumsi banyak air segera setelah perasaan terbakar tersebut terasa. Menurut Lisa Dabney, MD, seorang urogynecologist dari Mount Sinai West dan Mount Sinai St.Luke menjelaskan bahwa air yang anda minum tersebut akan mengeluarkan bakteri secara paksa dari tubuh anda dan mencegah mengembangkan infeksi tersebut menjadi lebih parah.

Keinginan Buang Air Kecil yang Tak Tertahankan

Jika anda memiliki keinginan buang air kecil yang tak tertahankan meskipun anda baru saja keluar dari kamar kecil, kemungkinan anda tengah menderita infeksi saluran kemih. Bakteri dapat mengiritasi uretra dan lapisan kandung kemih anda sehingga akan membuat anda memiliki gejala tersebut lebih sering dari biasanya.

Buang Air Kecil Secara Terus Menerus

Selain keinginan buang air kecil yang tak tertahankan, merasa ingin buang air kecil secara terus menerus merupakan salah satu satu tanda berbahaya yang mengindikasikan anda terkena infeksi saluran kemih.

Urin yang Berubah Warna Bahkan Seperti Darah

Warna dari urin anda bisa memberi-tahukan anda berbagai macam hal mengenai kesehatan dalam tubuh anda, termasuk ketika anda tengah menderita infeksi saluran kemih. Jika anda melihat urin anda berwarna merah atau coklat, maka itu bisa diindikasikan bahwa anda tengah menderita infeksi tersebut.

Namun sebelum merasa panik, cobalah untuk mengingat-ingat terlebih dahulu makanan atau minuman apa saja yang telah anda makan. Biasanya terdapat berbagai macam jenis makanan yang dapat mengubah warna air kencing anda secara langsung.

Aroma Urin yang Kurang Sedap

Anda tidak perlu mencoba untuk mencium bau dari urin yang anda keluarkan setiap kali pergi untuk buang air kecil, karena aroma urin yang dihasilkan oleh infeksi saluran kemih bisa sangat kuat dan tajam, bahkan akan tercium sekalipun anda tidak mencoba untuk menciumnya. Beberapa makanan atau minuman juga bisa membuat urin anda berbau kurang sedap, seperti misalnya jengkol atau kopi. Namun, jika anda merasa tidak mengkonsumsi makanan atau minuman tersebut seharian ini, maka anda harus mulai mewaspadai keadaan anda tersebut.

Kram atau Rasa Sakit di Sekitar Area Kandung Kemih

Seorang wanita yang lebih tua mungkin akan mengalami kram atau rasa sakit ketika mereka menderita UTI. Menurut National Institute of Diabetes dan Digestive and Kidney Diseases menjelaskan bahwa perasaan sakit atau kram tersebut akan disertai dengan perasaan lelah dan nyeri otot. Gejala-gejala ini merupakan hal yang paling umum sekali terjadi.

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *